Mendeteksi Tanda-tanda Anak yang Terlambat Bicara

Berbicara merupakan salah satu perkembangan anak yang paling ditunggu oleh orang tua dan sangat penting untuk masa depan anak. Ada beberapa fase dalam perkembangan bicara pada anak. Fase tersebut berkembang mengikuti perkembangan biologinya.

Untuk anak usia 0-1 tahun biasanya anak baru mengeluarkan bunyi-bunyian. Kemudian fase usia 1 tahun ke atas anak sudah bisa mengucapkan kata pertamanya dan terus berkembang sampai dia bisa mengucapkan sebuah kalimat.

Namun perlu diwaspadai apabila ketika anak menginjak usia 1,5 ke atas belum bisa menirukan suara dan sulit menerima perintah sederhana. Karena bisa jadi anak mengalami keterlambatan bicara. Alangkah lebih baiknya segera dibawa kepada dokter agar bisa mengetahui jika ada masalah lain pada anak.

Tanda anak terlambat bicara harus semakin diwaspadi ketika anak sudah menginjak usia 2 tahun dan masih belum bisa bicara, menirukan suara dan sulit menerima perintah.

Untuk itu sangat penting jika orang tua mampu mengetahui tanda-tanda anak yang terlambat bicara.

Apabila pada usia 2-3 tahun anak masih menggunakan potongan-potongan kata ketika menginginkan sesuatu, maka anak tersebut bisa digolongkan mengalami keterlambatan bicara.

Jika anak tidak mengalami tahapan yang normal dalam perkembangan bicaranya, bisa jadi anak mengalami keterlambatan bicara.

Berikut adalah tahap-tahap perkembangan bicara pada anak:

  1. Sebelum 12 Bulan

Pada usia ini anak sudah mulai mengeluarkan suara-suara untuk berkomunikasi dengan sekitarnya. Jadi pada tahap ini sangat penting untuk diperhatikan oleh orang tua.

Ketika anak menginjak usia 9 bulan, biasanya dia sudah mulai mengoceh. Anak juga mampu mengucapkan kata konsonan yang berulang-ulang seperti ma- ma- ma-, pa- pa- pa-, ya- ya- ya-, dan lain sebagainya. Menjelang usia 12 bulan anak mulai tertarik pada suara dan mengenali benda-benda yang ada di sekitarnya.

  1. Usia 12-15 Bulan

Pada rentan usia ini biasanya anak sudah bisa menggunakan kata-kata yang lebih luas. Sudah bisa menirukan suara anggota keluarganya serta mengucapkan kata lebih dari satu kata secara spontan. Selain itu anak juga sudah mulai mengerti perintah-perintah sederhana yang diberikan.

  1. Usia 18-24 Bulan

Pada usia 18 bulan, biasanya anak sudah bisa mengucapkan lebih dari 20 kata dan pada usia 2 tahun anak sudah bisa mengucapkan lebih dari 50 kata. Pada usia ini anak juga sudah bisa menggabungkan dua kata untuk membentuk kalimat sederhana.

Serta anak sudah mengenali objek yang umum dalam gambar dan kenyataan yang dia lihat sehari-hari. Seperti menunjuk mata, telinga dan lain sebagainya.

Pada usia ini anak juga sudah bisa menerima dua tahap kalimat perintah seperti, “Tolong ambilkan mainan dan berikan kepada saya”.

  1. Usia 2-3 Tahun

Pada usia ini kosa kata anak sudah mulai meningkat. Anak sudah bisa menggabungkan lebih dari 2, 3 atau lebih kata-kata untuk dijadikan susunan kalimat. Pemahaman anak biasanya juga sudah meningkat. Dia sudah bisa memahami kalimat “Tolong taruh buku di meja itu”. Anak juga sudah bisa membedakan dan membandingkan besar dan kecil.

Jika anak mengalami keterlambatan seperti tahap-tahap yang telah dijelaskan di atas, bisa jadi anak mengalami keterlambatan dalam bicara. Oleh karena itu segera bawa anak ke dokter agar bisa mengetahui apabila ada masalah lain yang menyebabkan anak telat bicara.

Faktor penyebab telat bicara banyak. Bisa karena gangguan pendengaran, kurang diajak komunikasi, dan lingkungan.