3 Kiat Jitu Dalam Mengenali Bakat Anak Sejak Dini

mengenali bakat anak sejak dini

Meningkatkan atau mengembangkan bakat maupun potensi anak merupakan hal yang kerap dilakukan oleh banyak orangtua guna memfasilitasi kegemaran buah hatinya tercinta.

Namun demikian, untuk mengenal bakat anak memang diperlukan usaha yang besar karena tidak semua anak terbuka mengenai apa yang ia senangi atau apa bakat terpendamnya.

Nah, berikut ini adalah beberapa cara atau kiat jitu dalam mengenali atau mengidentifikasi bakat buah hati tercinta anda. Silahkan disimak!

1. Memberikan Anak Beberapa Pilihan

Anda bisa saja mendaftarkan anak anda untuk mengikuti les piano atau biola. Tapi bagaimana jika sebenarnya anak anda lebih senang bermain terompet atau gitar atau sekedar menyanyi?

Pada kasus ini, pilihan terbaik bagi orangtua adalah dengan memberikan pilihan bagi sang anak. Biarkan anak mengeksplorasi berbagai macam aktivitas hingga ia menemukan hal yang benar-benar menarik untuknya.

Prakteknya, orangtua dapat memberikan anak pelajaran piano, namun memberikan anak pilihan untuk beralih ke hal lain apabila dalam selang waktu 6 bulan si anak menyatakan tidak senang bermain piano.

2. Memberi Anak Ruang Bersosialisasi

Ruang bersosialisasi merupakan ruang yang cukup bebas bagi anak untuk berbagi mengenai kegemarannya dengan teman-teman sebayanya.

Anak bisa saling menunjukkan kemampuan maupun bakat yang dimilikinya. Beri anak ruang dan waktu untuk bereksplorasi dengan teman-temannya, tentunya dengan pengawasan jarak aman.

Amati kebiasaan anak dan temui alternatif kegemaran maupun bakat anak melalui kebiasannya bermain dengan teman-temannya.

Perlu diingat bahwa bakat tidak melulu soal akademik atau seni atau olahraga; interaksi sosial serta komunikasi pun bisa menjadi bakat tersendiri bagi anak.

3. Mengobservasi Perilaku Anak yang Muncul

Kepekaan orangtua menjadi kunci dalam tips satu ini. Tanda bahwa anak menyukai dan nyaman akan sesuatu biasanya muncul dalam bentuk ‘seru sendiri’ atau ‘heboh sendiri’ pada anak, yang membuat anak terkadang mengesampingkan hal lainnya.

Mulai dari sini, orangtua dapat melihat apa kira-kira kegemaran sang buah hati, dan apakah ada hasrat anak untuk mengulangi kegiatan tersebut.