Ajak Anak Bersosialisasi Agar Bisa Mengetahui Minat Anak Sejak Dini

Setiap orang pasti memiliki minat yang berbeda-beda, dengan minat yang sudah menjadi pilihan tentu akan menjadi bakat bagi orang tersebut. Orang tua harus bisa melihat minat anak sejak kecil agar orang tua bisa mengarahkan sang buah hati kepada hal yang dia sukai.

Jika orang tua cermat, kesukaan dan minat anak bisa dilihat sejak kecil, walau terkadang masih belum terfokus. Oleh karena itu orang tualah yang nanti membantu mengarahkan si anak.

Banyak sekali cara untuk mengetahui minat dan bakat anak sejak kecil. Salah satunya dengan mengajaknya untuk bersosialisasi. Ajak anak untuk keluar, bertemu dengan teman-teman baru dan lihat bagaimana si anak di “komunitas” kecilnya itu.

Dalam satu kelompok akan terlihat peran masing-masing anak, kita fokus saja kepada anak kita bagaimana dia berperan dalam kelompok tersebut. Jangan berhenti pada teman yang sama, usahakan orang tua untuk mengajak anak ke tempat baru agar mendapat teman baru lagi, agar lebih terlihat apakah di kelompok baru tersebut si anak masih berperan sama seperti di kelompok sebelumnya?

Perlu diingat, bakat bukan hanya sekedar yang berkaitan dengan akademik atau olahraga, namun juga kecakapan dalam berkomunikasi dan interaksi.

Setelah mengetahui peran anak dalam sebuah kelompok, sekarang tugas orang tua untuk memberikan stimulan kepada anak. Seperti memberikan mainan atau permaian edukatif yang mendukung bakat yang terlihat saat berada di kelompok tadi.

Tapi jangan terfokuskan dulu karena anak bisa jenuh. Usahakan untuk memberikan beberapa pilihan. Misal: mainan A untuk mendukung bakat anak yang sudah terlihat tadi, kemudian berikan mainan B, C dan D yang berbeda dengan mainan A.

Biarkan anak bereksplorasi terlebih dahulu. Bebaskan imajinasi si anak. Seperti di awal tadi, terkadang anak masih belum bisa terfokus pada apa yang dia suka.

Usahakan untuk orang tua tidak memaksakan kehendak, karena bisa jadi anak malah membenci hal yang sebenarnya paling dia sukai akibat paksaan dari orang tua. Jangan memberikan jam padat kepada anak walau itu untuk mendukung minat dan bakat si anak.

Semisal anak kita menyukai bermain gitar, lalu kita ikutkan dia les gitar. Ok, hal tersebut sangat dianjurkan, namun kita lihat jadwal si anak terlebih dahulu. Jika belum sekolah, masih bisa diatur, tapi kalau anak sudah mulai sekolah, kita perhatikan jadwalnya terlebih dahulu.

Orang tua harus membagi jam belajar, bersosialisasi dan bermain anak. Jangan sampai anak tidak memiliki waktu bermain (bermain bisa menjadi ajang sosialisasi anak) atau bahkan memiliki waktu istirahat yang sedikit.

Terkadang orang tua sangat berambisi agar bisa mengembangkan bakat anaknya, tapi hal tersebut terkadang malah membuat si anak membenci hal yang mereka sukai. Dukungan yang penuh kasih sayang dari orang tua sangat berperan penting pada perkembangan masa depan anak.