Mengetahui Perkembangan Bahasa Pada Anak

Penting kiranya bagi orang tua untuk mengetahui perkembangan bahasa pada anak. Karena bisa membantu tumbuh kembang anak. Bahasa adalah salah satu sarana komunikasi antar manusia, jadi jika perkembangan bahasa anak baik maka anak bisa cepat berinteraksi dengan orang-orang baru dan hal tersebut sangat mempengaruhi masa depannya kelak.

Perkembangan bahasa pada anak terjadi dari aktivitas mendengar, melihat, dan meniru orang dewasa disekitar mereka. Perkembangan bahasa anak disesuaikan dengan perkembangan biologinya.

Sehingga jika perkembangan biologi anak belum sampai pada tahap tertentu, maka akan mempengaruhi perkembangan bahasa dari anak. Semisal; lidah yang masih terlalu besar, bibir yang kecil, gigi belum tumbuh dan lain sebagainya.

Fase-Fase Perkembangan Bahasa Anak

Ada beberpa fase dalam perkembangan bahasa pada anak. Yang pertama adalah fase prelinguistik (usia 0-1 tahun) dan fase linguistik (usia 1-2,5 tahun).

Periode prelinguistik (0-1 tahun) dimana fase anak masih belum bisa mengucapkan bahasa dalam artian kata-kata. Perkembangan bahasa anak dilihat dari bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh anak. Bunyi-bunyi tersebut sudah nampak dari minggu-minggu awal sejak kelahiran.

Periode linguistik (1-2,5 tahun) dimana fase ini anak sudah mulai mengucapkan walaupun masih belum sempurna. Periode inilah yang ditunggu oleh orang tua karena anak mengucapkan kata pertamanya. Periode ini dibagi dalam 3 fase.

  1. Fase Holofrase (1 kata)

Pada fase ini anak hanya mengucapkan satu kata saat meminta sesuatu. Semisal dia ingin ikut ayahnya, dia akan bilang ayah sambil menunjuk si ayah. Jadi pada fase ini anak menggunakan pengucapan kata dan gerakan badan menunjukkan penjelasan tentang apa yang dia maksudkan.

  1. Fase lebih dari satu kata

Fase ini muncul ketika anak menginjak umur sekitar 18 bulan. Pada fase ini anak sudah bisa menggunakan 2 kata, diikuti 3 kata, 4 kata dan seterusnya. Pada fase ini orang tua sudah bisa mengajak anak berinteraksi dan melakukan tanya jawab yang ringan.

  1. Fase Diferensiasi

Periode ini berlangsung pada usia 2,5-5 tahun sebelum menginjak masa balita. Anak sudah bisa mengucapkan kata benda dan kata kerja. Anak sudah bisa menyebut dirinya saya ketika berkata. Sudah bisa menyusun kalimat jamak dengan awalan dan akhiran. Walau masih belum terlalu sempurna.

Dengan mengetahui fase perkembangan bahasa pada anak, diharapkan orang tua mampu mendukung dan mengarahkan anak disetiap fase untuk mendukung perkembangan bahasanya menjadi lebih baik lagi.

Anak kecil seperti pita perekam kosong, dia akan meniru apa yang dia dengar. Sebagai orang tua kita wajib mengawal pertumbuhan dan perkembangan anak agar kelak anak kita menjadi anak baik, sukses, sehat jasmani dan rohaninya.