Perkembangan Motorik Bayi Hingga Usia 2 Tahun

Dua tahun pertama dari usia anak merupakan usai yang penting bagi bayi untuk mengembangkan maupun mengasah kemampuan motoriknya, mulai dari motorik kasar hingga motorik halus. Tahap perkembangan ini menjadi penting karena akan menata pondasi gerak motorik anak hingga nanti ia dapat mengenakan baju, menyisir rambut, hingga makan sendiri.

Unsur Keterampilan Motorik

Perkembangan atau keterampilan motorik umumnya terbagi 2, yakni motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar biasanya mencakup aktivitas yang menggunakan otot-otot besar, seperti mengangkat leher, duduk, merangkak, tengkurap, dan sebagainya.

Anak biasanya akan lebih dahulu mengembangkan gerakan motorik kasar sebelum motorik halus. Lain hal dengan motorik kasar, gerakan motorik halus biasanya mengacu pada gerakan yang dilakukan dengan otot kecil maupun organ seperti tangan dan kaki.

Biasanya bayi akan mengenali dunia sekitarnya menggunakan penglihatan dan sentuhannya. Itulah mengapa keterampilan motorik halus pada tangan penting untuk masa perkembangan bayi.

Keterampilan motorik sendiri terdiri atas beberapa unsur, yakni:

  • Kekuatan, yakni keterampilan otot dalam mengeluarkan tenaga untuk beraktivitas
  • Koordinasi, yakni keterampilan untuk menyelaraskan maupun membagi tugas yang kompleks antara otot dan syaraf
  • Kecepatan, yakni keterampilan untuk bergerak berdasarkan ketentuan waktu tertentu
  • Keseimbangan, yakni keterampilan untuk mempertahankan posisi tubuh dalam berbagai posisi
  • Kelincahan, yakni keterampilan untuk mengubah arah maupun posisi tubuh dengan cepat dan tepat dari satu posisi ke posisi lainnya

Selain unsur motorik kasar dan motorik halus, bayi juga memiliki gerakan yang disebut gerak refleks. Gerak refleks merupakan gerakan yang dominan pada bayi. Seiring pertumbuhan sang bayi, gerak refleks ini akan tergantikan dengan gerak motorik kasar.

Beberapa contoh dari gerak refleks antara lain seperti mengedipkan mata ketika mendapat stimulus cahaya atau sentuhan, mencari (rooting) puting susu dengan mulut, menghisap (sucking) puting susu ketika didekatkan ke mulut bayi, refleks menggenggam jari yang disodorkan kepadanya, dan masih banyak lagi gerak refleks lainnya.

Pada dasarnya, keterampilan motorik kasar maupun motorik halus pada anak akan berkembang sesuai dengan tahapan usianya. Namun demikian perlu dipahami bahwa kemampuan tiap bayi berbeda satu sama lain. Terdapat 4 faktor yang saling berpengaruh terhadap kemampuan gerak bayi, yakni:

  • Perkembangan sistem syaraf pusat bayi
  • Kapasitas gerakan tubuh bayi
  • Motivasi internal (naluri) bayi
  • Dukungan lingkungan terhadap perilaku bayi

Orangtua perlu mencatat bahwa tidak selamanya stimulus selalu baik bagi bayi. Stimulasi yang berlebihan akan mempengaruhi tingkat kematangan perkembangan bayi sesuai dengan umurnya.

Capaian Kemampuan Motorik Bayi Berdasarkan Umur

  • 0-3 Bulan

Pada usia 1 bulan, biasanya bayi akan mulai menggerakkan tangan dan kaki ke atas. Orangtua dapat memberikan stimulus berupa mainan gantungan dengan warna atau bunyi yang mencolok. Mulai usia 2 bulan, bayi dapat diberi stimulus untuk menggapai benda di sekitarnya sambil tengkurap untuk menguatkan otot perut serta leher bayi. Mulai usia 3 bulan, biasanya bayi mulai bisa menggenggam mainan balok serta menggerakkan kaki seperti mengayuh sepeda.

  • 4-6 Bulan

Pada tahapan ini biasanyi bayi sudah bisa memiringkan badan ke kiri dan kanan, hingga berguling dan duduk. Untuk motorik halusnya, bayi sudah mulai mahir menggenggam dan akan mencoba untuk memasukkan segala hal ke mulutnya. Bayi juga sudah bisa memegang tangan dan kakinya sendiri, serta memindahkan barang dari satu tangan ke tangan lainnya.

  • 7-9 Bulan

Pada usia ini bayi mulai bisa belajar duduk sendiri hingga merangkak. Karena bayi akan melakukan banyak eksplorasi, penting bagi orangtua untuk memastikan lingkungan aman untuk bayi bergerak bebas. Memasuki usia 8 bulan, bayi akan mencoba untuk berdiri sambil berpegangan. Masuk usia 9 bulan, bayi akan belajar berjalan dengan dituntun. Selain itu terkait motorik halus, bayi sudah mahir menggenggam dan kini bayi mulai belajar untuk menggoyangkan benda, meraih, hingga melempar benda. Pada tahap ini bayi bisa diajarkan untuk mengambil makanannya sendiri.

  • 10-12 Bulan

Dengan kontrol diri dan keseimbangan yang meningkat, pada tahap ini bayi biasanya sudah belajar berdiri sendiri untuk beberapa detik, bahkan hingga mencoba berjalan. Di tahapan ini bayi juga sudah semakin komunikatif dengan gerakan tangannya, seperti menunjuk, mengangkat tangan untuk minta digendong, dan lain-lain. Bayi juga mulai memahami beberapa kata, bertepuk tangan, dan memegang tangan ibunya.

  • 12-15 Bulan

Perihal motorik kasar, bayi biasanya sudah mulai mampu menyusun bangunan dengan balok serta belajar memasukkan atau mengeluarkan benda dari wadah tertentu.

  • 15-18 Bulan

Pada tahapan usia ini bayi sudah bisa mencoba menaiki tangga. Bayi juga sudah bisa belaar menggunakan krayon atau bermain menggunakan busa sabun.

  • 18-24 Bulan

Di tahapan usia ini bayi mulai mencoba melompat di tempat hingga lancar berjalan jinjit di bulan ke-25. Pada periode ini anak bisa distimulasi dengan permainan puzzle.

Yang penting bagi orangtua adalah untuk selalu meningkatkan stimulus ataupun tugas pada anak secara perlahan sesuai dengan tahap perkembangannya. Beri anak motivasi dan apresiasi serta sarana prasarana yang mendukung perkembangan motorik bayi.