Tips Mengajari Anak Autis

Autism Spectrum Disorder atau autisme adalah kelainan neurologis dan perkembangan yang dimulai pada masa kanak-kanak dan bertahan seumur hidup. Autisme dapat mempengaruhi anak dalam interaksi sosial, berkomunikasi secara verbal dan non verbal, serta perilaku.

Sehingga anak dengan autisme mengalami kesulitan dalam memahami apa yang dirasakan oleh orang lain. mereka sangat sulit untuk mengekspresikan diri baik dengan kata-kata, gerak tubuh, ekspresi wajah, dan sentuhan. Mereka juga cenderung melakukan hal yang diulang-ulang.

Apa Saja Tanda-tanda dan Gejala Autisme?

Beberapa gejala autisme dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Gejala biasanya dimulai saat masih kecil, bahkan usia 1-2 tahun. Tanda dan gejala autisme adalah:

  1. Tenang dan pasif
  2. Tidak suka dipeluk atau hanya membolehkan dipeluk saat mereka ingin saja
  3. Tidak akan melihat lurus objek saat orang lain menunjuk ke arah objek tersebut
  4. Lebih suka menyendiri
  5. Tidak peduli saat orang bicara dengannya, namun merespon suara lain
  6. Mengikuti sikap atau perilaku, seperti menjetikkan jari, menyusun objek, dan memiliki kebiasaan/ritual yang harus dilakukan
  7. Sulit beradaptasi dengan perubahan rutinitas
  8. Sulit mengekspresikan kebutuhannya menggunakan kata-kata umum atau gerakan
  9. Anak yang lebih besar dapat terlalu sensitif pada suara, bau, sentuhan, atau rasa
  10. Mereka kurang dapat berimajinasi

Terlambat bicaraKemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Apakah dengan kesulitan tersebut anak autis sulit diajari? Tentu saja tidak. Setiap anak itu spesial, itulah judul salah satu film Bollywood yang judul aslinya “Taare zameen par”. Beda anak beda metode pengajarannya. Tidak terkecuali anak dengan syndrome autisme.

Ada beberapa tips untuk mengajari anak dengan autisme:

  • Tidak melakukan modifikasi jadwal

Seperti yang telah dipaparkan di atas, anak dengan syndrome autisme cenderung menyukai hal yang berulang-ulang. Sehingga anak autis tidak menyukai variasi.

Oleh karena itu usahakan tidak mengubah jadwal pada anak. Namun, hal tersebut tidak menutup kemungkinan untuk mengubah sedikit jadwal anak jika memang perlu dibutuhkan.

  • Memilih Gaya Belajar

Setiap anak pasti memiliki gaya belajar tertentu. Sebagai orang tua, kita harus memahami gaya belajar pada anak. Beberapa anak mungkin lebih cepat menyerap informasi dengan mendengar, tapi ada pula yang melalui visual. Usahakan orang tua atau guru mengetahui metode mana yang disukai oleh anak tersebut. Anak autis akan kehilangan minat jika dia tidak mengerti pada sesuatu.

  • Menggunakan Bahasa yang Sederhana

Dianjurkan saat berkomunikasi dengan anak menggunakan kalimat sederhana dan pendek. Karena kalimat panjang dan kompleks akan membuat anak bingung.

Oleh karena itu gunakan bahasa dan kalimat sederhana serta kalimat pendek, karena akan mudah dipahami, dibaca dan ditulis ulang oleh anak.

  • Menggunakan Objek Menarik Ketika Belajar

Anak-anak autis biasanya memiliki mainan atau barang favorit. Jadikan mainan atau barang favorit anak sebagai hal yang menarik untuk belajar anak. Jika anak suka dinosaurus, maka kita sertakan dinosaurus dalam setiap pengajaran atau latihan kepada anak.

  • Mengenali Bakat Anak

Sangat penting mengetahui bakat anak sejak dini. Anak autis cenderung bingung dan lambat dalam pelajaran dan proses berkomunikasi dibandingkan dengan anak-anak usia mereka. Tapi setiap anak pasti memiliki bakat.

Kenali dan pahami bakat anak autis, kemudian dukung bakatnya, kita arahkan dan jadikan bakat anak sebagai metode pembelajaran untuk terus mengembangkan motorik dan kreatifitas anak.